Date : 31 August 2026

Mengenal SPF dan PA: Panduan Lengkap Memilih Sunscreen yang Tepat untuk Kulitmu

Sunscreen sering dianggap sekadar pelengkap rutinitas skincare, padahal perannya jauh lebih penting dari itu. Paparan sinar matahari yang terus-menerus, tanpa perlindungan yang memadai, adalah salah satu penyebab utama kerusakan kulit jangka panjang — mulai dari penuaan dini hingga risiko kanker kulit. Artikel ini akan membahas apa itu SPF dan PA, mengapa keduanya penting, serta bagaimana memilih sunscreen yang tepat.

Apa Itu Sinar UV dan Kenapa Berbahaya?

Matahari memancarkan tiga jenis sinar ultraviolet (UV): UVA, UVB, dan UVC. UVC umumnya tersaring oleh lapisan ozon, sehingga yang paling berdampak pada kulit manusia adalah UVA dan UVB.

UVA menembus lebih dalam ke lapisan kulit, menyebabkan penuaan dini (kerutan, kulit kendur, flek hitam). UVA juga bisa menembus kaca, artinya kulit tetap terpapar meski berada di dalam ruangan.

UVB menyebabkan kulit terbakar (sunburn) dan berperan besar dalam risiko kanker kulit.

Karena itu, sunscreen yang baik harus melindungi dari kedua jenis sinar ini, bukan hanya salah satunya.

Memahami Angka SPF

SPF (Sun Protection Factor) mengukur seberapa efektif sunscreen melindungi kulit dari sinar UVB. Sebagai gambaran umum:

SPF 30 menyaring sekitar 97% sinar UVB

SPF 50 menyaring sekitar 98% sinar UVB

SPF 50+ menyaring lebih dari 98% sinar UVB

Perbedaan persentase antar angka SPF tinggi memang terlihat kecil, tapi tetap signifikan untuk kulit yang sering terpapar sinar matahari dalam waktu lama, terutama di negara tropis seperti Indonesia.

Apa Itu PA dan Kenapa Sering Diabaikan?

Jika SPF mengukur perlindungan dari UVB, maka PA (Protection Grade of UVA) mengukur perlindungan dari UVA. Simbol "+" pada PA menunjukkan tingkat perlindungannya:

PA+ : perlindungan UVA rendah

PA++ : perlindungan UVA sedang

PA+++ : perlindungan UVA tinggi

PA++++ : perlindungan UVA sangat tinggi

Banyak orang hanya fokus pada angka SPF dan mengabaikan PA, padahal keduanya sama pentingnya. Sunscreen dengan SPF tinggi tapi PA rendah tetap membuat kulit rentan terhadap penuaan dini akibat UVA.

Bagaimana dengan Blue Light?

Selain sinar UV, ada satu ancaman lain yang makin relevan di era digital: blue light (cahaya biru). Cahaya ini dipancarkan oleh matahari, tapi juga dari layar gadget — smartphone, laptop, tablet, hingga lampu LED. Mengingat rata-rata orang kini menghabiskan berjam-jam di depan layar setiap hari, paparan blue light jadi sulit dihindari.

Penelitian menunjukkan bahwa paparan blue light dalam jangka panjang berpotensi:

Mempercepat munculnya tanda penuaan seperti kerutan dan kulit kendur

Memicu produksi radikal bebas yang merusak kolagen

Memperburuk hyperpigmentasi dan warna kulit tidak merata, terutama pada kulit yang sudah rentan flek

Karena itu, sunscreen masa kini idealnya tidak hanya melindungi dari UVA dan UVB, tapi juga dari blue light — terutama untuk kalian yang aktivitasnya banyak berhadapan dengan layar seharian.

Berapa Sering Sunscreen Harus Digunakan Ulang?

Efektivitas sunscreen menurun seiring waktu, terutama karena keringat, minyak wajah, atau gesekan dengan pakaian/masker. Idealnya, sunscreen diaplikasikan ulang setiap 2–3 jam, terutama saat beraktivitas di luar ruangan dalam waktu lama.

Memilih Sunscreen yang Tepat

Beberapa hal yang perlu diperhatikan saat memilih sunscreen harian:

1. Perlindungan ganda (broad spectrum) — pastikan produk melindungi dari UVA dan UVB, ditandai dengan kombinasi SPF dan PA yang tinggi.

2. Perlindungan tambahan dari blue light — penting bagi kalian yang sering terpapar layar gadget dalam waktu lama.

3. Tekstur ringan — penting agar nyaman dipakai setiap hari, terutama untuk kulit berminyak atau kombinasi.

4. Tidak meninggalkan whitecast — agar tetap nyaman digunakan sebagai dasar makeup atau dipakai sendiri.

5. Cocok untuk pemakaian harian, bukan hanya saat beraktivitas outdoor.

Salah satu contoh produk yang memenuhi kriteria tersebut adalah Lunesse Daily Essential Sunscreen SPF 50+ PA++++. Produk ini menawarkan kombinasi SPF 50+ dan PA++++, yang berarti perlindungan dari UVB dan UVA sama-sama berada di level tertinggi, sekaligus membantu melindungi kulit dari paparan blue light akibat aktivitas di depan layar gadget maupun paparan sinar matahari. Teksturnya ringan dan cepat menyerap, sehingga cocok digunakan setiap hari tanpa membuat kulit terasa berat atau lengket, serta tidak meninggalkan whitecast pada kulit.

Memahami SPF dan PA membantu kita membuat keputusan yang lebih tepat dalam memilih sunscreen, bukan sekadar mengikuti tren. Perlindungan dari sinar matahari adalah investasi jangka panjang untuk kesehatan kulit, dan sebaiknya menjadi bagian dari rutinitas harian — bukan hanya digunakan sesekali. Dengan memilih produk yang tepat seperti Lunesse Daily Essential Sunscreen SPF 50+ PA++++, melindungi kulit dari dampak buruk sinar UV bisa dilakukan dengan lebih nyaman dan konsisten.

OTHER HANNOCHS News

BACK TO PREVIOUS PAGE

Mengapa Industri Kecantikan Selalu "Kebal" Saat Resesi? Mengulik Lipstick Effect

Saat resesi melanda, hampir semua sektor terkena dampaknya. Orang menahan diri membeli mobil baru, menunda liburan, dan ...

Kerutan Dini di Usia Muda? Jangan Khawatir! Kenali Penyebab dan Solusinya

Saat kita memasuki usia 18 hingga 35 tahun, biasanya kita merasa berada di puncak masa muda. Namun, tidak jarang kita mu...

Tanpa Disadari, Kebiasaan Keliru Penggunaan Skincare yang Diam-Diam Merusak Kulit!

Merawat kulit dengan rutin menggunakan produk skincare memang menjadi salah satu cara untuk mendapatkan kulit yang sehat...